Rabu, 12 September 2018

Tugas


Defenisi Psikologi

Pengertian psikologi
Psikologi (dari bahasa yunani kuno : psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa atau mental. Sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah  laku dan proses mental.  Secara keselurahan psikologi dapat disimpulkan bahwa psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental  yang merupakan salah satu bagian dari ilmu perilaku dan ilmu sosial.

Bagian – Bagian Psikologi

a.       Psikologi Sosial
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang – rangsang sosial (Shaw dan O stanzo, 1970:3) individu dalam difinisi tersebut menunjukkan bahwa unit analisis dari psikologi sosial adalah individu. Bukan masyarakat (seperti  dalam sosiologi) maupun kebudayaan (seperti dalam antropologi). Sehingga psikologi sosial dapat diartikan sebagai suatu kajian tentang sifat, fungsi, atau fenomena perilaku sosial, dan pengalaman mental dari individu.
b.      Psikologi Klinis dan Penyuluhan atau Konseling
Merupakan salah satu bidang psikologi terapan yang berperan sebagai salah satu disiplin kesehatan mental dengan menggunakan prinsip – prinsip psikologi untuk memahami, mendiagnosi dan mengatasi berbagai masalah atau penyakit ( Mens, 2000:122).
c.       Psikologi Konstitusial
Merupakan suatu nama psikologi yang masih controversial. Dapat juga diartikan sebagai studi tentang hubungan antara struktur morfologis dan fungsiologis tubuh serta hubungan antara fungsi – fungsi psikologi sosial (Lemer, 2000:168).
d.       Psikologi Politik
Merupakan bidang interdisipliner yang tujuan substantive dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politi (Renshon, 2000:784). Bidang ini memiliki berbagai disiplin keilmuan, seperti antropologi budaya, psikologi ekonomi sosiologi psikologi serta ilmu politik.
e.       Psikologi Sekolah dan Pendidikan
Merupakan kajian tentang perilaku peserta didik disekolah yang substansinya merupakan gabungan psikologi perkembangan anak, psikologi pendidikan, dan psikologi klinis yang berhubungan dengan setiap anak untuk evaluasi  kegiatan belajar dan emosi, memberikan dan menafsirkan, hasil test intelegensi, tes hasil belajar, serta tes kepribadian yang merupakan sebagai dari tugas mereka. Sedangkan untuk psikologi pendidikan merupakan kajian tentang perilaku dalam bidang proses belajar mengajar.
f.       Psikologi Perkembangan
Menekankan perkembangan manusia dan berbagai faktor yang membentuk perilaku sejak lahir sampai berumur lanjut. Psikologi perkembangan sebagai cabang ilmu, menelah berbagai perubahan intraindividual dan perubahan interindividual yang terjadi didalam perubahan intraindividual. Perubahan tersebut tidak hanya mendeskripsikan, tetapi juga menjelaskan atau mengekspresikan perubahan – perubahan perilaku menurut tingkat usia sebagai masalah hubungan anteseden (gejala mendahului) dan konsekuensinya (Labouvie, 1975:289).
g.      Psikologi Kepribadian
Psikologi kepribadian menurut Caplin (1999:362) adalah segi pandangan yang menekankan hal penanaman dan peletakan tingkah laku didalam kepribadian individu. Menurut Alfred Adler (Hall dan Lindzey, 1993:242) adalah perilaku tentang gaya hidup individu atau cara karakteristik seseorang dalam berinteraksi dalam masalah – masalah dan tujuan hidup.
h.      Psikologi Industri dan Organisasi
Merupakan penerapan dari perinsip – prinsip psikologi industri dan pertambangan. Psikologi tersebut didefinisikan menurut kapan dan dimana ia dipraktikkan, bukan menurut pernyataan atau prinsip – prinsip tertentu. Dalam kajian ini, terdapat tiga kajian psikologi insdustri dan organisai, yaitu :
·    Psikologi Personalia
Menekankan perbuatan keputusan mengenai seleksi personalia, pelatihan promosi, transfer pekerjaan, cuti, pemutusan hubungan kerja, kompensasi dan sebagainya (Atkinson, 1996:23; Landy, 2000:479).
·    Psikologi Industri atau Sosial Klinis
Berhubungan dengan penyesuaian timbal balik antara orang – orang dan lingkungannya. Dalam hal ini setiap pekerja diteliti tentang kemampuan menyesuaikan diri, motivasi, kepuasan, kinerja, kecenderungan untuk tetap bekerja di perusahaan dan tingkat absensi (Landy, 2000:480).

 Tujuan Psikologi

·         Menjelaskan , yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
·         Mendeskripsikan, menggambarkan atau bisa juga dinamakan classifying, pengklasifikasian secara khas berdasarkan catatan rinci dari pengamatan ilmiah. Walaupun tidak bisa menjelaskan sesuatu, akan tetapi, pengetahuan yang berguna dimulai dari gambaran yang akurat.
·         Memprediksi, yaitu mampu meramalkan, atau memprediksi apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
·         Pengendalian, yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.



Persekptif Psikologi

·         Perspektif psikoanalisis (Sigmund freud 1856 – 1939)
Freud mengemukakan bahwa pengalaman mental manusia diibaratkan seperti gunung es yang terapung di samudra, dimana permukaan yang tampak jauh lebih kecil dari permukaan yang terbenam. Permukaan gunung es yang terlihat di ibaratkan kesadaran mental manusia yang disadari sedangkan permukaan es yang terbenam merupakan ketidaksadaran mental manusia yang berupa pikiran – pikiran kompleks, keinginan yang secara tidak sadar mempengaruhi tingkah laku.

·         Perspektif Behavirorisme (john broade 2878 – 1959)
John mengungkapkan bahwa dalam psikologi dibutuhkan intropeksi diri atau melihat dan mengamati perasaan diri sendiri. Ilmu psikologi harus menjadi ilmu yang objektif sehingga dilakukan penelitian – penelitian untuk mengamati adanya perasaan adanya perasaan tertentu dalam diri orang yang diperiksa. Beberapa orang menganggap ini hanyalah reaksi yang dipengaruhi oleh kondisi tertentu.
·         Perspektif psikodinamika
Freud meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga, tingkah laku banyak didasari oleh hal – hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu – waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

·         Perspektif Humanisme (Abraham Maslow)
Menurut aliran humanisme ini bahwa manusia memiliki dasar yang baik dan kebebasan. Aliran humanisme tidak setuju pada aliran sebelumnya yaitu aliran Freud tentang gagasan bahwa perilaku dan pribadi manusia diatur oleh alam bawah sadar, begitu juga dengan aliran behaviorisme yang menyatakan bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh lingkungan. Berlainan dengan psikoanalisis, psikologi humanistic memiliki asumsi terhadap hal baik lebih banyak daripada hal buruk. Aliran ini focus pada kemampuan pada diri manusia seperti abstrak, aktualisasi, makna hidup, pengembangan diri, dan estetika.

·         Perspektif Transpersonal
Aliran transpersonal merupakan pengembangan dari aliran humanism yang dibentuk oleh beberapa tokoh. Tokon pengembangannya sendiri yaitu S. Y. Skapiro dan Denise H. Lajole. Setelah mengupas banyak psikologi transpersonal, pada akhirnya didapatkan pengertian tentang psikologi transpersonal yaitu psikologi yang memiliki kepedulian pada kajian tentang kemanusiaan, potensi tertinggi, dan memahami potensi luhur kemanusiaan dengan fenomena tentang spiritual sebagai sebuah bentuk kesadaran dari derajat manusia.

·         Perspektif Evolusionaris
Charles Darwin menyatakan bahwa spesies yang ada merupakan produk dari jutaan tahun proses evolusi yang berlangsung melalui mekanisme seleksi alam, dimana hanya organism yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang akan bertahan hidup.